Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
-rayuan pulau kelapa by ismail marzuki-
masih ingatkah teman-teman mengenai lagu ismail marzuki itu? sebuah lagu yang indah dan kabarnya menjadi lagu favourite bagi mereka orang indonesia yang tinggal di negeri orang lain. ya inilah Tanah Airku Indonesia, bukan Jepang, Korea apalagi Belanda, tanah airku hanya satu, Indonesia.
Negeri ini di penghujung tahun 2014 sedang dirudung duka. pesawat AirAsia tipe QZ8501 jatuh di perairan indonesia. di saat yang sama, orang-orang di papua dan daerah terdepan lainnya belum merasakan apa yang bisa dirasakan oleh orang di kota. masih ada pelajar tidak mampu secara biaya yang akhirnya harus merelakan gelar/statusnya karena kendala uang. oh Tuhan, Negara cantik ini sedang sakit. bukan hanya flu yang bisa diredam oleh Decolgen atau obat lainnya. tapi sebuah penyakit yang lebih mematikan, bahkan di stadium rendah sekalipun. anggap saja jatuhnya AirAsia tipe QZ8501 adalah murni kecelakaan, tanpa campur tangan manusia, semua murni kehendak Tuhan. lantas bagaimana dengan yang lain? sudah sembuhkan penyakit apatis yang akan merongrong cara pikir seseorang menjadi tumpul dan tidak peduli. atau sudah meredakah perebutan kekuasaan yang hanya menjadi ajang "pertandingan tinju" bagi mereka, yang berdasi dan hanya mementingkan sebagian dan diri sendiri, mencelakai demokrasi? atau sudah ditemukan kemanakah hilangnya mereka yang dulu bersuara menentang rezim berbedil? atau sudah sembuhkah, ok mungkin membaik dalam hal menyembuhkan kanker bernama KORUPSI? yang sudah menjadi budaya di negeri indah ini? dan sudah sembuhkah mereka dari tidak peduli atas "dari mana kita berasal ?"?. Tuhan, negeri ini sakit.
Namun, terlepas dari semua itu, kita juga harus tetap menyimpan harapan dan berdoa semoga negeri ini kembali sehat ke sedia kala. Pak Joko Widodo sudah dilantik menjadi presiden. mengemban amanah yang pernah di jabat oleh 6 orang "luar biasa" sebelumnya. masih banyak harapan kita. anak muda yang berprestasi di bidangnya masing-masing, orang-orang yang peduli, suara-suara sumbang yang sebenarnya merdu dan tentu saja, semangat melanjutkan perjuangan dan amanah pahlawan - pahlawan kita, yang ada maupun yang tidak ada di buku sejarah sekolah. dan mari bersama mengeluarkan semua kemampuan kita untuk indonesia yang hebat dan merah putih yang berkibar indah.
kemana lagi kaki ini melangkah pulang?
jika bukan negeri di bawah angin yang aku cinta.
aku, kita, kami bergerak, menulis, mengepalkan tangan dan berpikir
untukmu negeri elok yang kami cinta sampai maut berjumpa
kami bukanlah sekumpulan babi-babi pengecut!
kami adalah pejuang pena! melawan sekumpulan bedil dan senjata
kami akan menjadi pencerita pada anak cucu kita
jika kau tak peduli pada nusantara, ku sarankan padamu
pulanglah dan minum susu
Ngamprah 31-12-14
Faika
Kamis, 01 Januari 2015
Senin, 15 Desember 2014
Detik-detik Desember
dipersembahkan untukmu, sang pencipta karya fiksi :3
(10-12-14 Bandung)
I
Bukan hujan yang aku tunggu
Bukan juga awan pekat dan gerimis
Waktu yang berjalan maju dan saksi yang
bisu
Awal mula perkara hitam seorang sosialis
Aku hanya menunggu dentingan jarum jam
Namun bukan juga itu yang aku tunggu
setiap malam
Aku juga menunggu matahari terbit lalu
tenggelam
Tapi salah! Aku juga tak menunggu itu di
dalam kelam
Melati, sudahkah ia tumbuh?
Memutih dan semakin bercahayakah?
Aku tau,tak pantas untuk meragu
Bahkan lembut itu adalah nyata tak semu
II
Nama
itu, suara itu dan kau
Dentingan suara indah karya Illahi
Cerita-cerita itu, surat terbuka itu
Tak bosan mata, telinga dan hati memaknai
Namamu dengan pena itu
Adalah wabah yang aku rindu
Setiap sisi dari senyum itu
Ya hanya itu, cukup bagiku merangkai kalbu
Langit jingga boleh berseri, matahari
pasti terbit kembali
Bulan boleh jadi malu lagi dan siang akan
semu lagi
Tapi fragmen ini, jangan kau ragukan lagi
Pemilik itu hanya satu, namamu, senyum mu
dan kamu.
III
(11-12-14 garut)
Sebelum fajar baru terbit dan bersinar
Menyelami gelapnya bulan yang lalu
Adakah kita mensyukuri sang rembulan?
Yang diterangi malam tanpa kita rasakan.
Alunan musik apa yang akan hadir?
Alunan sajak orang jatuh cinta?
Alatmusik rusak yang tidak bersuara?
Kau, tak perlu mengerti.
Inilah kita, manusia pertiwi
Lihat jendela, bersemi puisi
Maukah kau buatkan sebuah memori?
Aku bertanya padamu ....
IV
(11-12-14 garut)
Siang belum menjadi senja
Meramu matahari belum ada
Desember hari ini kau ada nama
Memori duabelas sudah terasa
Duabelas yang lalu aku tak tau
Estetika dan puisimu
Simpan saja dulu suaramu
Indah detik itu ada pada pikiranku
Kamu tau Desember pasti melaju
Dari tempat suara musik dangdut bersatu
Di kampung naga matahari menjadi ....
Biar kau isi saja sendiri
V
(11-12-14)
Adakah rembulan disana?
Samakah dengan disini?
Aku hanya bertanya padamu
Perempuan bernama ....
Simpan saja dulu semua
Aku tak mau satupun baca
Kecuali kau, sang pemilik nama
Yang aku sebut dalam malam raya
Kau boleh hitung detik
Melaju ia jadi menit
Berjam, lalu berhari dan minggu
Aku akan ada, tetap memangku katana
VI
(11-12-14 Ciamis)
Kemana arah aku melihat?
Apa sama dengan dua mata mu?
Siang dan malam apakah itu bersatu?
Aku bertanya pada seorang perempuan
bernama....
Hidup ada satu
matipun hanya ada satu
bumi juga satu
kaupun cukup sama.
Puisi ini ingin mengucap milad
Berharap kau menikmati setiap parade
Membuat sebuah kalimat baris
Tentang tanggal yang terulang
menjadi berarti.
VII
(setiabudhi 12-12-14)
Sudahkah svarna itu kau ucap?
Sebuah syukur untuk Nya akan waktu
Sebuah tanda kau adalah hambaNya
Mempertegas mu sebagai kesayanganNya
Kau boleh berlari, berdiksi dan berpuisi
Yang lain boleh mencaci
Tapi kami
tak mungkin berhenti mengagumi
Coretan dari seorang ....
Bermain dengan cerita-cerita
Berlari dengan langkah-langkah
Berdoa dengan rintik-rintik
Itulah kau yang aku tau.
VII
(Ngamprah 12-12-14)
Malam ini, bumi diselimuti lagi
Sesuai dengan firman-Nya, pemilik bumi
Malam ini, aku akan akhiri
Puisi tak tau arah dari kemarin pagi
Bumi adalah tempatmu berpijak
Bersama tanah dan api, berikut angin
Ingat dan rasakan setiap kemahaanNya
Agar kelak kau mampu menjawab terjal
riwayat hidup
Angka-angka itu, kau tau itu cerita hidupmu
Tempat-tempat itu, saksi aku bermain alam
biru
Titik-titik itu, adalah nama sang pemilik
buku
Kau pasti tau itu. Akhiri saja dengan
tutup buku.
Selasa, 26 Agustus 2014
munking memang benar
Mungkin memang benar,
kau tau?! Kali ini aku memang merindukanmu. Di setiap loncatan fantasi liar
itu, disetiap aliran nadi yang memainkan dentingan senyum manismu, ya aku
merindukanmu. Kau tak seharusnya sejauh itu kan?! Ayolah manis, kita tak sejauh
itu kan?! Ya aku tau, aku hanya terkurung oleh ruang dan waktu yang selalu
berjalan beriringan setiap saat, kau bisa lihat begitu romantisnya mereka
berdua. Hey perempuan manis! Kau tau, nampaknya aku tak menginginkanmu! Lebih dari
itu, aku merindukanmu. Cukuplah bertemu sejenak untuk nantinya berpisah dan
mengatakan
“aku duluan ya!”
Ya! Aku dan kamu memang
sejalan, namun tak beriringan.
Kau tau? Aku seperti
kehilangan sebuah not dalam tangga nada yang selama ini aku susun ketika aku
tak melihat kehadiranmu. Aku seperti sang biru yang merindukan hadirnya sang
merah, berbeda namun begitu sama. Kehadiranmu memang malapetaka bagiku, kau
tau?! Karena setelah aku bertemu denganmu, aku tau, aku kan berpisah lagi
dengan kalimat yang mungkin tak jauh dari kata
“aku duluan ya!”
Gila!
Mungkin benar tentang cerita klasik itu. Hey perempuan! Nampaknya
aku benar-benar mulai menjadikanmu bagian dari fragmen indah dalam kehidupanku,
not dalam setiap dentingan lagu-lagu lawasku dan juga mungkin, catatan manis dalam
hidupku.
“heh kemana aja kamu?”
Mungkin itu
satu-satunya kalimat sambutan dariku untukmu.
Mengertilah, ini tak
segampang menceritakan kembali Perang Sekigahara atau seperti melantunkan ulang
sajak-sajak indah yang penuh kata merayu, jelas tidak! Ini pun tak serumit
menjelaskan pengertian teori-teori yang sudah menumpuk (untuk kembali lupa)
dalam otakku, ya ini sederhana.
“hey kemana aja kamu?”
Mungkin itu adalah kata
lain dari:
“aku merindukanmu.”
Aku mungkin akui, aku
ibarat orang keras dari bagian timur yang penuh tatapan mengintimidasi, tapi
kau harus tau, tatapan matamu, setiap kalimat itu,
Nyaris membuatku lebih
tidak waras dari biasanya.
Mungkin, ini fragmen
palsu sementara, mungkin juga memang ditakdirkan menyiksa. mungkin ini sejenis
cerita lompatan perasaan remaja, mungkin juga tak sesederhana yang aku duga. Aku
memang merindukanmu, tatapan penuh ancaman, wajah yang selalu ceria (meski
mungkin ada masalah besar yang kau sembunyikan), dan mungkin obrolan “dunia”
yang agak terasing yang hanya dimengerti oleh sebagian dari “kita”.
Aku tak tau cara
mengakhirinya.
Ini
adalah rangkaian mekar bunga, sayangku
Juli,
september dan desember pasti melaju
Aku
hanyalah secercah cinta yang bisu
Hidup
menanti mekar dan tumbuh lalu layu
-Sajak
12 Desember 2012-
Kamis, 31 Juli 2014
Sejarah 1
didasarai atas perkumpulan dengan teman2 SD Hikmah Teladan
Sejarah, sebuah pelajaran masa SD,SMP dan SMA/sederajat, sebuah pelajaran yang membahas aneka kejadian masa lalu, singkatnya begitu. pelajaran yang cukup melegenda ini terkadang menjadi sebuah momok menakutkan bagi pelajar, tak jarang mereka mengeluhkan pelajaran Sejarah dan menganggapnya tidak penting. Mata Pelajaran Sejarah memiliki begitu banyak masalah, ada yang bilang "susah move on" atau "untuk apa ingat-ingat masa lalu, toh kita tidak bisa kembali kesana?", ada juga yang bertanya "apa gunanya menghapal sejarah?" dll. problem yang mungkin pernah kita rasakan. Saya melihat, pertama, banyak sekolah yang menganggap pelajaran sejarah adalah pelajaran yang sepele, di sekolah saya dulu misalnya, pelajaran Sejarah diajar oleh sarjana Ekonomi. tidak bermaksud meremehkan intelektualitas, tapi bukankah lebih baik bahkan sangat bagus ketika yang mengajarnyanya adalah lulusan Sejarah, lebih-lebih Pendidikan Sejarah. di Sejarah sendiri, kita lebih sering di cekoki untuk ''HAFALKAN! besok ibu/bapak tanya.", itu membuat (bagi saya yang pernah merasakan)siswa merasa bosan dan berpikir "memang apa pentingnya hapalan ini atau itu? nothing gonna change my life!", padahal intinya agar kita tidak terjebak pada kesalahan yang sama dengan pendahulu-pendahulu kita. (dan lihat bagai mana Korupsi jaman VOC kembali pada masa sekarang.) itu adalah poin kedua. ketiga, dari semua itu akan menghasilkan efek dimana siswa tidak akan bersemangat belajar sejarah, sungguh ironis. tak jarang, siswa mengatakan bahwa pelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran paling membosankan, membingunkan dan tidak ada gunanya. ini saya alami dari beberapa cerita teman-teman saya. saya menyarankan, agar sekolah-sekolah tidak melakukan hal-hal diatas.
"Apa pentingnya pelajaran Sejarah?" sebuah pertanyaan lawas yang cukup menusuk hati para sejarahwan, Pendidik/guru Sejarah atau pencinta Sejarah. jika memang sejarah adalah pelajaran yang tidak penting, mengapa Sultan Al-Fatih mempelajarinya dan bahkan menjadi salah satu tokoh besar? atau mengapa putra mahkota Kekaisaran Jepang, Naruhito mengambil gelar Sarjana dan Master pada Bidang Sejarah? Soekarno juga menyatakan "JAS MERAH". Hideyoshi, sang Taikou mencintai Sejarah. ada apa dengan Sejarah? bagi saya inti dari sejarah adalah, belajar dari prosesnya untuk tidak mengulangi yang buruk dan bisa termotivasi dalam hal yang baiknya. simple. juga berusaha agar lebih bijak, karena dalam sejarah, subjektifitas sangat tinggi dan saling menghargai adalah penting.
mungkin sekian dulu
Sejarah, sebuah pelajaran masa SD,SMP dan SMA/sederajat, sebuah pelajaran yang membahas aneka kejadian masa lalu, singkatnya begitu. pelajaran yang cukup melegenda ini terkadang menjadi sebuah momok menakutkan bagi pelajar, tak jarang mereka mengeluhkan pelajaran Sejarah dan menganggapnya tidak penting. Mata Pelajaran Sejarah memiliki begitu banyak masalah, ada yang bilang "susah move on" atau "untuk apa ingat-ingat masa lalu, toh kita tidak bisa kembali kesana?", ada juga yang bertanya "apa gunanya menghapal sejarah?" dll. problem yang mungkin pernah kita rasakan. Saya melihat, pertama, banyak sekolah yang menganggap pelajaran sejarah adalah pelajaran yang sepele, di sekolah saya dulu misalnya, pelajaran Sejarah diajar oleh sarjana Ekonomi. tidak bermaksud meremehkan intelektualitas, tapi bukankah lebih baik bahkan sangat bagus ketika yang mengajarnyanya adalah lulusan Sejarah, lebih-lebih Pendidikan Sejarah. di Sejarah sendiri, kita lebih sering di cekoki untuk ''HAFALKAN! besok ibu/bapak tanya.", itu membuat (bagi saya yang pernah merasakan)siswa merasa bosan dan berpikir "memang apa pentingnya hapalan ini atau itu? nothing gonna change my life!", padahal intinya agar kita tidak terjebak pada kesalahan yang sama dengan pendahulu-pendahulu kita. (dan lihat bagai mana Korupsi jaman VOC kembali pada masa sekarang.) itu adalah poin kedua. ketiga, dari semua itu akan menghasilkan efek dimana siswa tidak akan bersemangat belajar sejarah, sungguh ironis. tak jarang, siswa mengatakan bahwa pelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran paling membosankan, membingunkan dan tidak ada gunanya. ini saya alami dari beberapa cerita teman-teman saya. saya menyarankan, agar sekolah-sekolah tidak melakukan hal-hal diatas.
"Apa pentingnya pelajaran Sejarah?" sebuah pertanyaan lawas yang cukup menusuk hati para sejarahwan, Pendidik/guru Sejarah atau pencinta Sejarah. jika memang sejarah adalah pelajaran yang tidak penting, mengapa Sultan Al-Fatih mempelajarinya dan bahkan menjadi salah satu tokoh besar? atau mengapa putra mahkota Kekaisaran Jepang, Naruhito mengambil gelar Sarjana dan Master pada Bidang Sejarah? Soekarno juga menyatakan "JAS MERAH". Hideyoshi, sang Taikou mencintai Sejarah. ada apa dengan Sejarah? bagi saya inti dari sejarah adalah, belajar dari prosesnya untuk tidak mengulangi yang buruk dan bisa termotivasi dalam hal yang baiknya. simple. juga berusaha agar lebih bijak, karena dalam sejarah, subjektifitas sangat tinggi dan saling menghargai adalah penting.
mungkin sekian dulu
Minggu, 15 Juni 2014
BARANGANTIK: Barudak Angkatan Tigabelas Bermusik
BARANGANTIK: Barudak Angkatan Tigabelas Bermusik adalah sebuah wadah bermusik bagi angkatan 2013 Pendidikan Sejarah FPIPS UPI tanpa terikat Himpunan. semua musik adalah legal di sini, dari mulai Metalhead samapi kasidahan diperbolehkan, selama masih dalam nilai dan norma.didirikan atas keinginan angkatan untuk memiliki wadah bermusik. sudah diketahui ketua angkatan, divisi seni dan orang tua(penulis). pemain adalah anak-anak angkatan 2013 Pendidikan Sejarah UPI, tempat tampil kemungkinan di acara Himpunan, Fakultas, Universitas dan lebih syukur lagi di luar itu seperti Cafe dll
Profil:
Nama: BARANGANTIK: Barudak Angkatan Tigabelas Bermusik
Type: kelompok musik/band bongkar pasang
Profil:
Nama: BARANGANTIK: Barudak Angkatan Tigabelas Bermusik
Type: kelompok musik/band bongkar pasang
Sabtu, 10 Mei 2014
catatan baru 1
19 tahun saya hidup di muka bumi, dengan semua dinamika yang ada, dengan semua gelombangnya. belum semuanya saya rasakan memang , karena hidup yang singkat ini terlalu luas untuk saya arungi. dalam perjalanannya, banyak yang terjadi. Ketika pertama kali menggunakan baju Putih Merah, Ibu melepas anaknya yang (belakangan ini diketahui) disgrafia dan agak autis ini ke SD-IT Hikmah Teladan. berbekal IQ128. saya mulai perjalan menjadi siswa untuk pertama kali. ketidak mampuan menyebut huruf K,G dan NG menjadi ciri khas tersendiri, belum lagi tulisan yang super butut menjadi citra seorang Faika.
Waktu bergulir. aku sudah kelas 5. Alhamdulillah saya hafal juz 30 dan juga sebentar lagi akan melepas masa seragam putih merah ke putih biru. ada sebuah suasan yang saya rindukan dan tak lagi aku temukan. diputarnya lantunan ayat suci dan lagu-lagu nasyid di jam 7-8 pagi. menyejukan. mungkin agak lebay, tapi lafang kalau di SD sedang disetel lagu "ya Rasulullah-Raihan", kadang saya suka menangis(dengan resiko dikatai Cengeng atau apapun). sebuah kerinduan yang mendalam. guru disana mengajarkan bahwa kalau jika kita beretemu Rasulullah maka hidup kita begitu indah, persis lirik lagu tersebut
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahmu
kan pasti mengalir mataku
kerana pancaran ketenanganmu
jadi memang agak mendalam lagunya.
Masuk ke putih biru. dunia yang baru MTs Asih Putera. sebuah sekolah luas terpencil di Cihanjuang atau Cimahi Utara. disini tidak ada lagi suara lantunan ayat di speaker pada pagi hari. yang ada kamilah yang membaca ayat suci tersebut dan sanalah aku mulai malas. ya aku juga manusia. kesembuhan dalam menyebut K,G dan NG sudah teratasi sangat lama dan kali ini saya berkenalan dengan pacaran dan The Beatles plus seorang Gibrant. Teman berambut Beatles.
Tidak banyak cerita yang ada. saya tau-tau lulus. dengan status Jomblo!mengenaskan? jelas! Dengan NEM yang kecil juga saya gagal menembus SMAN 1 dan SMAN 5, khususnya SMAN 3 cimahi yang sudah ditunggu teman ibu. namun sayang tuhan berkehendak lain. Aku terdampar di MA MT Asih Putera. sekolah baru, bangunan lama. hidup semakin liar, tak terkendali terkadang malas mandi(sudah dari dulu). Singkat Cerita saya masuk dan memilih kelas 2 IPS sebagai jurusan saya. ibu jelas agak tidak setuju. ayah sangat setuju. meski dia tau bahwa buku-buku Kimianya tak akan saya baca. alhamdulillah 10 besar! mengingat masa kelas 10 saya selalu ada di jurang degradasi(3 bawah).
Akhirnya masa kelas 3 pun tiba. saya terkenal sebagai The Sleepers. tidur adalah jati diri! namun guru tak mampu menegur, kenapa? karena nilai saya selalu ada di 3 besar. Sosiologi saya pernah yang terbesar, Sejarah saya selalu yang terbesar, Geografi gak pernah remedial. Ekonomi tak mengecewakan. akutansi jelas hancur. Masa Ujian Nasional dimulai, saya bangga bahwa saya tidak mencontek sama sekali! nilai Sosiology tertinggi berkat pelajaran tambahan di Tridaya dan tertidur di semua pelajaran di Asih Putera.
Singkat cerita, saya masuk pilihan 3 di Pendidikan Sejarah UPI. ayah senang mesik ibu agak prihatin mengingat itu adalah tempat kuliahan mereka dan disinilah tulisan ini akan berlanjut karena ini adalahbagian masa kini saya.
Tapi! dalam perjalanan itu saya selalu mencoba mencari sebuah ketenangan. apa itu saya bahas nanti :D
Waktu bergulir. aku sudah kelas 5. Alhamdulillah saya hafal juz 30 dan juga sebentar lagi akan melepas masa seragam putih merah ke putih biru. ada sebuah suasan yang saya rindukan dan tak lagi aku temukan. diputarnya lantunan ayat suci dan lagu-lagu nasyid di jam 7-8 pagi. menyejukan. mungkin agak lebay, tapi lafang kalau di SD sedang disetel lagu "ya Rasulullah-Raihan", kadang saya suka menangis(dengan resiko dikatai Cengeng atau apapun). sebuah kerinduan yang mendalam. guru disana mengajarkan bahwa kalau jika kita beretemu Rasulullah maka hidup kita begitu indah, persis lirik lagu tersebut
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahmu
kan pasti mengalir mataku
kerana pancaran ketenanganmu
jadi memang agak mendalam lagunya.
Masuk ke putih biru. dunia yang baru MTs Asih Putera. sebuah sekolah luas terpencil di Cihanjuang atau Cimahi Utara. disini tidak ada lagi suara lantunan ayat di speaker pada pagi hari. yang ada kamilah yang membaca ayat suci tersebut dan sanalah aku mulai malas. ya aku juga manusia. kesembuhan dalam menyebut K,G dan NG sudah teratasi sangat lama dan kali ini saya berkenalan dengan pacaran dan The Beatles plus seorang Gibrant. Teman berambut Beatles.
Tidak banyak cerita yang ada. saya tau-tau lulus. dengan status Jomblo!mengenaskan? jelas! Dengan NEM yang kecil juga saya gagal menembus SMAN 1 dan SMAN 5, khususnya SMAN 3 cimahi yang sudah ditunggu teman ibu. namun sayang tuhan berkehendak lain. Aku terdampar di MA MT Asih Putera. sekolah baru, bangunan lama. hidup semakin liar, tak terkendali terkadang malas mandi(sudah dari dulu). Singkat Cerita saya masuk dan memilih kelas 2 IPS sebagai jurusan saya. ibu jelas agak tidak setuju. ayah sangat setuju. meski dia tau bahwa buku-buku Kimianya tak akan saya baca. alhamdulillah 10 besar! mengingat masa kelas 10 saya selalu ada di jurang degradasi(3 bawah).
Akhirnya masa kelas 3 pun tiba. saya terkenal sebagai The Sleepers. tidur adalah jati diri! namun guru tak mampu menegur, kenapa? karena nilai saya selalu ada di 3 besar. Sosiologi saya pernah yang terbesar, Sejarah saya selalu yang terbesar, Geografi gak pernah remedial. Ekonomi tak mengecewakan. akutansi jelas hancur. Masa Ujian Nasional dimulai, saya bangga bahwa saya tidak mencontek sama sekali! nilai Sosiology tertinggi berkat pelajaran tambahan di Tridaya dan tertidur di semua pelajaran di Asih Putera.
Singkat cerita, saya masuk pilihan 3 di Pendidikan Sejarah UPI. ayah senang mesik ibu agak prihatin mengingat itu adalah tempat kuliahan mereka dan disinilah tulisan ini akan berlanjut karena ini adalahbagian masa kini saya.
Tapi! dalam perjalanan itu saya selalu mencoba mencari sebuah ketenangan. apa itu saya bahas nanti :D
Sabtu, 03 Mei 2014
dialetika? bukan ini hanya monolog.
"didedikasikan untuk semua yang juga sedang "GILA" "
Di tengah desakan tugas dan sesaknya rak buku, nampaknya bayanganmu kembali datang. sudah lama tak mengunjungi tempat kosong bernama "perasaan yang gila" atau teman-temanku menyebutnya cinta. beberapa waktu yang lalu Chelsea FC terdengar meraung lebih keras dari pada suara mu yang mungkin sudah mencapai tahap lelah untuk meneriakan agar manusia goblok pemilik blog ini kembali ke jalan yang benar. maaf.
sambil melihat kearah 6 senar yang setiap hari aku petik dengan jari-jari tanganku, aku selalu mencari bayangan yang kongkrit tentangmu. bukan tentang seberapa cantiknya fisik ciptaan tuhan yang dititipkan padamu itu. aku berbicara soal betapa utopisnya aku jika mengharapkan mahluk seperti mu mau dan menerima orang sepertiku yang bahkan sudah diluar batas "ANEH". namun terdapat masalah, masalahnya adalah: apakah ini aku lakukan untukmu atau untuk Dia?. sangat tidak etis jika ini dilakukan untukmu. bukankah masa-masa (S)MA aku (mungkin juga kamu) diajarkan untuk Mardotilah? kalau ini aku lakukan untukmu,nantinya ini cuman "startegi" yang akan menuhankan kamu yang hanya seorang manusia.
Mungkin dulu kita adalah tetangga sebelah, yang juga mungkin sering bentrok. harap maklum, namanya juga tetangga. :D. ya di antara paraunya suara klakson mobil dan motor Cihanjuan, yang dulu sering aku maki dengan perkataan GOBLOK atau ANJING(atau makian lainya), mungkin ada suara klaksonmu. yang jalur pulangnya diganggu oleh sekolah Kapitalis Mekkah yang menjual nama agama untuk uang dalam rekening bank. maaf.
kalau kau lihat isi kamarku, mungkin kau akan berpikir sesuatu tentang negeri matahari terbit yang menurut buku pelajaran adalah mantan penjajah. oh ya, aku masih ingat suara "BBm" yang menyarankan aku agar menggunakan bahasa Sunda dalam BBM-an, ya aku tidak mengubrisnya. ayolah kau mengertikan!?
Dialetika. tentu saja ini bukan itu. mengertikan!? ya saya pikir Mahasiswi berprestasi sepertimu mengerti maksudku. kalaupun tidak, itu lebih ke salahan saya yang perbendaharaan katanya sedikit. tapi kalau aku pikir, love always standing like a small tree and do like a stronger bee. munking itulah yang kali ini aku coba sangkal, meski akhirnya aku akui semuanya.
lagu Kasih dari Ermy Kulit mungkin bisa menjelaskan semuanya. coba saja dengar dan resapi. meski tetap jangan lupa untuk mempertahankan budaya Iqra-mu. ya sesekali saja deh.
we are live in the paradise nation. altought your mind and i are different. ideology or maybe Ism, but at all, i just want to tell that my teacher told me, he said that all people have their own charm. your charm is your ideology. keep it
Langganan:
Postingan (Atom)